Senin, 20 April 2015

MACAM-MACAM PEMBORAN (Well Types)


  1. Pengeboran Ekplorasi merupakan pengeboran yang bertujuan untuk membuktikan adanya hidrokarbon (HC) dan mendapatkan data bawah permukaan sebanyak mungkin untuk mendapatkan data yang akurat.
  2. Evaluasi Pengembangan adalah tahapan setelah pengeboram eksplorasi. Tujuannya adalah bila tidak prospek sumur ditutup dan sebaliknya bila prospek, sumur diselesaikan. Selain itu, tahapan ini juga berujuan untuk perencanaan pemboran deliniasi dan persiapan pemboran delinias 
  3. Pengeboran Deliniasi adalah tahapan pengeboran yang bertujuan untuk menentukan batas-batas reservoir, menentukan bentuk struktur reservoir dan menentukan batas GOC dan WOC 
  4. Pengeboran Pengembangan adalah tahapan pengeboran yang bertujuan untuk memperjelas dan mempertajam hasil pemboran sebelumnya, mengetahui rata-rata produksi, mengetahui kumulatif produksi, test produksi dengan Drill Steam Test (DST) dan survey lubang bor dengan logging.

SEJARAH PERMINYAKAN



Milestone batuan adalah sejarah pengeboran dalam perminyakan. Pengeboran pertama di dunia terjadi pada tahun 1859 di daerah Titusville Pennsilvania, dimana Kolonel Drake membuat sumur dengan kedalaman 65 dft dan memperoleh sumur minyak dengan memproduksi 200 bbl oil pada tahun pertama. Pada Tahun 1863 ahli sipil yang bernama Leschot menjadi orang pertama menggunakan metode Rotary Drilling untuk sumur air. Pada Tahun 1901 Penggunaan Rotary Drilling pertama kali pada sumur minyak di Spindletop, Texas. Pada Tahun 1914 hampir 10% pengeboran di dunia menggunakan sistem Rotary Drilling.

Sementara di Indonesia, sejak jaman pemerintahan kolonial Belanda sudah dilakukan eksplorasi dan produksi minyak bumi. Pengusahaan minyak bumi di Indonesia memang tergolong yang tertua di dunia. Pengeboran minyak pertama di Indonesia, yang dilakukan oleh J.Reerink, 1871, hanya berselang dua belas tahun setelah pengeboran minyak pertama di dunia oleh Kolonel Edwin L Drake dan William Smith de Titusville (1859), di negara bagian Pensilvania, Amerika Serikat. Meskipun demikian, berbeda halnya dengan sektor perkebunan dan pertanian yang sudah ratusan tahun diperah, sektor pertambangan baru dikembangkan oleh Belanda pada abad ke-19. Dua abad lebih setelah VOC didirikan, sektor pertambangan belum menjadi andalan pendapatan pemerintah kolonial. Hal ini bisa dilihat dari adanya Indische Mijnwet, produk undang-undang pertambangan pertama, yang baru dibuat oleh Belanda pada tahun 1899. J. Reerink, yang menemukan adanya rembesan minyak di daerah Majalengka, daerah di lereng Gunung Ciremai, sebelah barat daya kota Cirebon. Minyak tersebut merembas dari lapisan batuan tersier yang tersingkap ke permukaan. Berdasarkan temuan itu, ia lalu melakukan pengeboran minyak pertama di Indonesia pada tahun 1871. Pengeboran pertama ini memanfaatkan tenaga hewan lembu. Total sumur yang dibor sebanyak empat sumur, dan menghasilkan 6000 liter minyak bumi yang merupakan produksi minyak bumi pertama di Indonesia.

LATAR BELAKANG PERMINYAKAN



Di dalam suatu industri perminyakan, kegiatan pemboran adalah suatu aktivitas vital baik dalam pengambilan sample maupun pemboran produksi. Tujuan dari kegiatan pemboran ini ada bermacam-macam, pemboran tidak saja dilakukan dalam industri pertambangan tetapi juga untuk bidang-bidang lain. 

Teknik perminyakan juga mempelajari sistem yang berhubungan dengan bangunan rig lepas pantai yang sering digunakan dalam eksplorasi minyak lepas pantai dan juga teknologi pemanfaatan panas bumi sebagai sumber energi. Sehingga secara keseluruhan kegitan pemboran bertujuan sebagai eksplorasi mineral dan batubara, ekplorasi dan produksi air tanah, eksplorasi dan produksi gas, eksplorasi dan produksi minyak, keperluan perhitungan cadangan dan perolehan data geologi.